![]() |
| Beli Indonesia di TDA |
Jakarta, 09/02/2013. “Pak Heppy, saya dari Lampung, mau bertanya, menurut Bapak memimpin itu apa?” tanya salah seorang peserta wira usaha TDA 2013, di Kemayoran, Sabtu siang. Pertanyaan ini muncul karena dalam ceramahnya Pemimpin Gerakan Beli Indonesia , Heppy Trenggono beberapa kali menyinggung tentang pemimpin dan kepemimpinan. Heppy selalu mengaitkan sukses bisnis dan sukses kehidupan dengan masalah memimpin dan kepemimpinan. Pengusaha itu. kata Heppy adalah pemimpin. Maka jika tidak ada kepemimpinan dalam sebuah perusahaan maka sulit perusahaan itu akan berkembang . Mengapa? Karena dalam perusahaan itu tidak terbangun sebuah karakter yang menjadi energi dan daya dorong perusahaan itu untuk bertumbuh.
“Memimpin itu adalah sebuah pilihan,” Jelas Heppy. Maka memimpin tidak sama dengan menjabat. Karena banyak orang yang menjabat tetapi tidak memimpin. Sebaliknya banyak orang yang tidak menjabat tetapi dia justru memimpin banyak orang. Selama menjabat tidak melakukan banyak hal dan hanya membuang-buang waktu saja. Memimpin itu artinya membangun. Membangun apa? membangun karakter. “Karena itu tugas utama seorang pemimpin adalah membangun karakter orang-orang yang dipimpinnya,” tegas Heppy. Maka ketika seorang pemimpin tidak dengan sadar membangun karakter orang yang dipimpinnya, maka secara tidak sadar pula dia sedang meruntuhkan karkater orang yang dipimpinnya.
Seorang pemimpin harus memiliki ide dan gagasan. Jika tidak, maka dia hanya menjalankan ide dan gagasan orang lain. Itulah sebabnya banyak orang yang menjabat hanya sekedar menjabat. Jabatan hanya diaggap sebagai sebuah struktur saja tetapi ide yang masuk dalam jabatan itu justru ide yang datang dari orang lain yang memanfaatkan jabatan orang itu. Ide dan gagasan itu lahir dari sebuah karakter. Tanpa karakter maka seseorang tidak bisa menjadi pemimpin yang baik, karena dia akan memimpin dengan tanpa kepemimpinan. “Indonesia hari ini juga mengalami hal yang sama. Pemimpin hanya sekedar struktur tetapi tidak ide dan gagasannya,” tegas Heppy. Maka sekalipun ada pemimpin tetapi gagasan atau ideology yang ada di dalamnya adalah ideology orang lain. Selama ide dan gagasan itu bukan milik bangsa Indonesia sendiri maka selama itu pula Indoesia tidak akan pernah menjadi bangsa besar, jaya, berprestasi dan disegani.
“Kunci masalahnya adalah pada karakter. Oleh karena itu yang harus dibangun pertama kali di bangsa ini adalah karakternya,” ungkap Heppy. Sayangnya, justru ini yang ditinggalkan di Indonesia saat ini, yang menyebabkan Indonesia berada dalam posisi seperti sekarang. Semua orang terseret pada logika membangun merek atau citra. Mulai dari struktur tertinggi hingga struktur terendah. Orang ingin disebut jujur, tegas, adil tetapi hanya lewat poster atau baliho tidak dalam kehidupannya sehari-hari. “Karakter itu harus original tidak bisa pura-pura. Pemimpin yang berkarakter akan memimpin dengan keteladanan dan contoh,” ulas Heppy. Boleh saja sebuah bangsa atau negara memiliki sistem politik yang hebat, hukum yang lengkap, dan infrastruktur yang baik, tanpa karakter bangsa itu tidak kemana-mana. K arena karakter adalah segala-galanya. Tanpa karakter bangsa itu tidak memiliki masa depan.
Pesta wirausaha ini adalah agenda tahunan komunitas Tangan Di Atas (TDA), sebuah komunitas entrepreneur di tanah air. Tahun 2013 ini dipusatkan di arena Pekan Raya Jakarta, kemayoran. Selain menggelar eksebisi produk dalam stand-stand, acara ini juga menghadirkan beberapa tokoh untuk berbagi kisah dan pengalaman dalam membangun usaha. Pemimpin Gerakan Beli Indonesia, Heppy Trenggono yang diundang sebagai pembicara dalam acara itu berbicara tentang membangun karakter . 2.000 peserta hadir di forum yang digelar di hall D arena Pekan Raya Jakarta. “Saya melihat wajah Indonesia ke depan, sebagian besar lahir dari tangan orang-orang yang ada di ruangan ini,” kata Heppy mengakhiri ceramahnya. (2as)

Komentar
Posting Komentar