Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Bagaimana Menghadapi Perang Ekonomi di Era Globalisasi??

Amerika Serikat (AS) baru saja memenangkan sengketa perdagangan besar dengan Indonesia, sebuah keberhasilan untuk para petani dan peternak AS. Pemerintahan Barack Obama membawa 18 klaim terpisah ke panel sengketa di Organiasi Perdagangan Dunia atau Word Trade Organization (WTO) dan memenangkan semuanya pada hari Kamis (22/12). Hal itu adalah aturan-aturan yang dianggap AS dan Selandia Baru sebagai pembatasan-pembatasan yang tidak adil dan melanggar aturan-aturan WTO yaitu berkenaan dengan impor  produk hortikultura , hewan dan produk hewan. Beberapa produk yang dilakukan pembatasan itu antara lain apel, anggur, kentang, bawang, bunga, jus, buah kering, sapi, ayam dan  daging sapi .

Sama makan-nya namun....

Pengalaman memang mengajarkan banyak hal dalam hidup kita. Namun tidak semuanya harus kita lewati dulu agar kita bisa mengetahui atau memahami nya. Yaps, kalian bisa belajar dari pengalaman orang lain. Guru saya sering ditanya  "pak apakah untuk menjadi pengusaha sukses harus pernah mengalami kejatuhan dulu dalam usaha?" dan Beliau selalu menjawabnya begini "untuk menjadi pengusaha sukses tidak harus jatuh dulu, namun saya belum lihat contohnya"

Teladan Dalam Senyap

Apa yang terjadi di Kabupaten kulonprogo  ini semoga bs menginspirasi kita semua.... TELADAN DALAM SENYAP (Belajar Nasionalisme Ekonomi dan bela Pribumi dari Kulonprogo). Kulonprogo bukanlah daerah yang jadi sorotan media, Bandung, Surabaya, apalagi Jakarta. Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, pun tak sepopuler Kang Emil, Bu Risma apalagi si penista agama Ahok. Walau tanpa sorot media, Hasto Wardoyo, telah meletakkan spirit kemandirian sebuah bangsa. Ia mengajak warganya keluar dr kemiskinan, dengan kekuatan sendiri.

YP3I : Pesantren harus menjadi Garda terdepan Pembangunan Bangsa

Penutupan Rakernas Bidang Kerjasama Antar Pesantren YP3I Bukan hal yang berlebihan menurut saya, bagaimana tidak usaha merebut hingga mempertahankan kemerdekaan memang tidak terlepas dari peran besar pesantren khususnya ulama dan santri. contoh sederhana, bangsa ini mengenalnya sebagai pertempuran 10 November di Surabaya bahkan di tasbihkan sebagai hari Pahlwan, tahukah apa yang melatar belakangi itu?  Sehingga seluruh komponen anak bangsa berlomba-lomba ambil bagian ikut berperang melawan negara pemenang perang dunia kedua? ketahuilah sesungguhnya hal itu tidak bisa dilepaskan dari peranan Kyai Hasyim Asya'ari yang menyerukan sebuah resolusi jihad atas pemintaan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Sayangnya kata "Resolusi Jihad" tidak kita jumpai dalam pelajaran sejarah di bangku sekolah. Kelahiran Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) adalah ingin kembali mengukuhkan peranan pesantren sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Bangsa ini haru...