Pengalaman memang mengajarkan banyak hal dalam hidup kita.
Namun tidak semuanya harus kita lewati dulu agar kita bisa mengetahui atau memahami nya. Yaps, kalian bisa belajar dari pengalaman orang lain.
Guru saya sering ditanya
"pak apakah untuk menjadi pengusaha sukses harus pernah mengalami kejatuhan dulu dalam usaha?"
dan Beliau selalu menjawabnya begini
"untuk menjadi pengusaha sukses tidak harus jatuh dulu, namun saya belum lihat contohnya"
Sehingga dengan memiliki mentor kita bisa mereduksi banyak hal termasuk besaran kejatuhan kita karena adanya rambu-rambu yang mentor/guru kita sampaikan. dan biasanya mereka juga sebagai early warning system kita, mengapa demikian? karena mereka telah melaluinya.
selain itu dengan memiliki mentor/guru akan mempercepat proses perjalanan kita, hal-hal yang tidak "terlalu berguna" bagi perjalanan kita sudah ia peringatkan sebelumnya.
Jika kalian ingin melihat seseorang lihatlah dengan siapa dia bergaul, demikian nasehat baginda Rasul Muhammad SAW. sangat dalam sekali maknanya menurut saya.
Nah, Belum lama ini, pada sebuah jamuan pagi bersama beberapa orang tokoh yang sangat peduli tentang pembangunan ekonomi keumatan, tentang bagaimana mendorong agar umat ikut memainkan peran ekonomi kalau ketinggian istilahnya ya bagaimana mendorong agar ekonomi rakyat bertumbuh sehingga ketimpangan tidak kian melebar. untuk bangsa yang seluas dan sebesar indonesia ketimpangan bisa membahayakan.
seorang tokoh pagi itu mengatakan begini tentang sistem ekonomi yang ada saat ini,
"rakyat kecil ketika bangun tidur, pertanyaannya, nanti makan apa?
"kapitalis, ketika bangun dari tidurnya, pertanyaannya adalah siapa lagi yang bisa makan?
sederhana namun patut untuk direnungkan.
akankah bangsa ini mempertahankan sistem seperti itu?
dengan kekuatan uangnya bisa masuk ke sektor mana saja, bahkan dari hulu hingga hilir, akibatnya dia bisa mengatur sesukanya, dan akhirnya rakyat pula korbannya.
di bangsa liberal sekalipun tetap dibatasi lalu mengapa kita biarkan begitu saja.
Komentar
Posting Komentar