Langsung ke konten utama

Bagaimana Menghadapi Perang Ekonomi di Era Globalisasi??

Amerika Serikat (AS) baru saja memenangkan sengketa perdagangan besar dengan Indonesia, sebuah keberhasilan untuk para petani dan peternak AS. Pemerintahan Barack Obama membawa 18 klaim terpisah ke panel sengketa di Organiasi Perdagangan Dunia atau Word Trade Organization (WTO) dan memenangkan semuanya pada hari Kamis (22/12). Hal itu adalah aturan-aturan yang dianggap AS dan Selandia Baru sebagai pembatasan-pembatasan yang tidak adil dan melanggar aturan-aturan WTO yaitu berkenaan dengan impor produk hortikultura, hewan dan produk hewan. Beberapa produk yang dilakukan pembatasan itu antara lain apel, anggur, kentang, bawang, bunga, jus, buah kering, sapi, ayam dan daging sapi.

“Laporan panel hari ini akan membantu menghapuskan pembatasan-pembatasan perdagangan yang tidak dapat dijustifikasi terhadap produk-produk pertanian Amerika, memungkinkan para petani AS untuk menjual produk-produk mereka yang berkualitas tinggi kepada para pelanggan di Indonesia, negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia,” kata Perwakilan Perdagangan AS Michael Froman, hari Kamis (22/12), di kutip dari VOA Indonesia.
Heppy Trenggono, Pemimpin Gerakan Beli Indonesia yang dihubungi terkait putusan WTO mengatakan bahwa Pasar Indonesia dengan populasi lebih dari 250 juta jiwa memang menggiurkan bagi siapapun yang memahami peranannya dalam pembangunan ekonomi sebuah bangsa.
Menurut Heppy, yang harus menjadi perhatian serius bangsa Indonesia adalah bagaimana melakukan mensiasati globalisasi sehingga hal yang sama bisa kita lakukan guna melindungi petani dan peternaknya di dalam negeri. Bagi AS dan Selandia Baru apapun akan mereka lakukan agar tetap bisa berjualan di negeri berpenduduk terbesar ke empat di dunia ini. Di contohkanya, AS menaikan bea masuk hingga 5 kali lipat untuk produk tertentu dari China, tidak menggunakan pelabuhan-pelabuhan utama, dan lain sebagainya. Dimana semuanya adalah upaya menghambat.
“Globalisasi ini harus kita siasati.  Yang bisa dipersoalkan asing adalah aturan. China, Eropa dan Amerika sendiri meskipun peraturannya kondusifn tapi tetap menerapkan berbagai strategi yang membuat kita sulit masuk kesana”.
“Kita tahu, produk-produk China bak air bah membanjiri berbagai daerah di Indonesia. apakah produk kita juga dengan mudah masuk ke China?” Tanya Heppy. Itulah kecerdasan ekonomi.
Gerakan Beli Indonesia adalah salah satu gerakan politik ekonomi, akan sangat efektif jika kita menguasai dan memahami makna dari sebuah pembelaan dalam pembangunan ekonomi. Ans

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Money Management

Golden Money Managemen by IIBF Kaya dan bergelimpangan harta, siapa sih yang gak mau? pasti semua orang memimpikannya waktu kecil hingga beranjak dewasa, bahkan yang sudah dewasa dan menjadi orang tua pun masih tetap memimpikan suatu saat nanti akan bisa kaya. Walaupun dalam mendeskripsikan tentang apa itu kaya, setiap orang bisa berbeda-beda, ada yang mengatakannya hidup berkecukupan, ada juga yang mendefinisikan tidak mempunyai hutang, adapula yang asal kaya hati, tetap saja kaya, dan masih banyak lagi.

Nenek Sarinem

Pada suatu pagi saya diajak jalan-jalan Rich Dad menikmati matahari pagi, pemandangan pegunungan, deru air terjun yang berlomba sampai ke dasar tebing di sekitaran lokasi kami menginap. Berhentilah kami memandangi sebuah warung kecil, pintu masih tertutup dengan gembok menempel di gagang pintu nya. Saya bertanya jam berapa warung ini akan buka, dulu sekali kami pernah kesini lebih pagi namun sudah melayani setiap pembeli yang datang pada seorang lelaki paruh baya yang datang menghampiri dengan sarung terselempang dan kupluk di kepala, khas daerah dingin.

How To Be Debt Free : 6 Kesalahan Terbesar Pengusaha

Sahabat Pejuang sekalian... Semoga hari ini sahabat sekalian berbahagia selalu. Saya ingin menuliskan kisah perjalanan kebangkitan hidup dan binsis dari seorang pengusaha yang sangat fenomenal di Indonesia. sebuah kesempatan langka bisa banyak memimba ilmu dari yang bersangkutan, beliau adalah Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom. Inspirasi perjalanan dalam membangun bisnis dan kehidupan tertuang dalam sebuah workshop "How to be debt Free" atau Bagaimana Lepas dari Lilitan Hutang. Heppy Trenggono, dulu pernah terlilit hutang hingga 62 miliar dan Alhamdulillah bisa terlepas  dan bahkan meloncat menjadi triliuner dalam waktu relatif singkat.  Beliau memberikan trik dan teknik melunasi hutang hutang yang cukup besar ini.  Biografi beliau nanti kita bahas terpisah, bahkan sudah ada yang membukukan "10 pengusaha sukses yang membangun bisnis dari nol", silahkan cari sendiri bukunya, kalau tidak salah terbitan Gramedia. Selamat mempelajari materi busines yang luar bias...