![]() |
| Penutupan Rakernas Bidang Kerjasama Antar Pesantren YP3I |
Sehingga seluruh komponen anak bangsa berlomba-lomba ambil bagian ikut berperang melawan negara pemenang perang dunia kedua?
ketahuilah sesungguhnya hal itu tidak bisa dilepaskan dari peranan Kyai Hasyim Asya'ari yang menyerukan sebuah resolusi jihad atas pemintaan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Sayangnya kata "Resolusi Jihad" tidak kita jumpai dalam pelajaran sejarah di bangku sekolah.
Kelahiran Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) adalah ingin kembali mengukuhkan peranan pesantren sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Bangsa ini harusnya berterima kasih dengan para kyai, ulama dan habaib yang tidak hentinya membangun karakter anak bangsa di tengah maraknya "branding" bahkan cenderung kehilangan identitas diri.
maka menjelang penutupan rakernas bidang kerjasama antar pesantren 8-9 april 2017 di wisma DPR RI Puncak Bogor, Dihadapan seluruh perwakilan pesantren yg hadir Dr. Marzuki Alie, PhD selaku ketua umum Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia ( YP3I ) kembali menegaskan bahwa terwujudnya pesantren sebagai garda terdepan pembangunan bangsa hanya akan terwujud jika itu sdh menjadi visi bersama atau bangsa dan khususnya pesantren akan semakin termarjinalkan.
"Kita harus bersepakat tentang visi tersebut, baru kita bisa mewujudkan nya. apakah para kyai, ust pengasuh pesantren visi itu harus kita capai??" Tanya marzuki kepada peserta rakernas.
Hadirin tidak kalah kompak menjawab, " setuju,,,"
Marzuki Alie menambahkan, garda terdepan pembangunan bangsa artinya menyentuh 3 aspek utama, pertama, pengutan peran pembangunan karakter. Tanpa itu bangsa kita akan semakin jauh tertinggal dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Kedua, penguatan tentang sinergi ekonomi antar pesantren untuk pembangunan ekonomi umat. Melibatkan jutaan santri dan alumni tentu potensi yg tidak boleh dianggap sepele, belajar dari sidogiri dg 15rb santri di tambah jatingan alumni serta keluarganya mampu menciptakan putaran ekonomi hingga 3 triliun setiap tahunnya. Bayangkan bila pesantren mampu melakukan sinergi ini, bukan hal yg mustahil pesantren akan ikut memainkan peranan ekonomi di Indonesia, khususnya bagi umat Islam yg banyak tertinggal secara ekonomi.
Ketiga, lanjut marzuki alie, adalah penguatan pesantren sebagai pemasok kader kepemimpinan dimasa mendatang. Artinya pesantren tidak boleh anti politik atau hanya akan jadi korban politik seperti saat ini.
Dalam pidato bung karno, " kalau umat islam ingin syariah dijalankan di Indonesia, kuasailah DPR" tiru marzuki. " jadi kalau ada yg bilang memisahkan agama dan politik juga keliru alias tidak faham"
Marzuki berharap kerja ini terus digalakkan hingga ke daerah-daerah.
semoga Allah perjalankan saya bisa turut berkhidmad pada pesantren, ulama, kyai dan habaib.

Komentar
Posting Komentar