Langsung ke konten utama

YP3I : Pesantren harus menjadi Garda terdepan Pembangunan Bangsa

Penutupan Rakernas Bidang Kerjasama Antar Pesantren YP3I
Bukan hal yang berlebihan menurut saya, bagaimana tidak usaha merebut hingga mempertahankan kemerdekaan memang tidak terlepas dari peran besar pesantren khususnya ulama dan santri. contoh sederhana, bangsa ini mengenalnya sebagai pertempuran 10 November di Surabaya bahkan di tasbihkan sebagai hari Pahlwan, tahukah apa yang melatar belakangi itu? 
Sehingga seluruh komponen anak bangsa berlomba-lomba ambil bagian ikut berperang melawan negara pemenang perang dunia kedua?

ketahuilah sesungguhnya hal itu tidak bisa dilepaskan dari peranan Kyai Hasyim Asya'ari yang menyerukan sebuah resolusi jihad atas pemintaan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Sayangnya kata "Resolusi Jihad" tidak kita jumpai dalam pelajaran sejarah di bangku sekolah.

Kelahiran Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) adalah ingin kembali mengukuhkan peranan pesantren sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Bangsa ini harusnya berterima kasih dengan para kyai, ulama dan habaib yang tidak hentinya membangun karakter anak bangsa di tengah maraknya "branding" bahkan cenderung kehilangan identitas diri.


maka menjelang penutupan rakernas bidang kerjasama antar pesantren 8-9 april 2017 di wisma DPR RI Puncak Bogor, Dihadapan seluruh perwakilan pesantren yg hadir Dr. Marzuki Alie, PhD selaku ketua umum Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia ( YP3I ) kembali menegaskan bahwa terwujudnya pesantren sebagai garda terdepan pembangunan bangsa hanya akan terwujud jika itu sdh menjadi visi bersama atau bangsa dan khususnya pesantren akan semakin termarjinalkan.

"Kita harus bersepakat tentang visi tersebut, baru kita bisa mewujudkan nya. apakah para kyai, ust pengasuh pesantren visi itu harus kita capai??" Tanya marzuki kepada peserta rakernas. 

Hadirin tidak kalah kompak menjawab, " setuju,,,"

Marzuki Alie menambahkan, garda terdepan pembangunan bangsa artinya menyentuh 3 aspek utama, pertama, pengutan peran pembangunan karakter. Tanpa itu bangsa kita akan semakin jauh tertinggal dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Kedua, penguatan tentang sinergi ekonomi antar pesantren untuk pembangunan ekonomi umat. Melibatkan jutaan santri dan alumni tentu potensi yg tidak boleh dianggap sepele, belajar dari sidogiri dg 15rb santri di tambah jatingan alumni serta keluarganya mampu menciptakan putaran ekonomi hingga 3 triliun setiap tahunnya. Bayangkan bila pesantren mampu melakukan sinergi ini, bukan hal yg mustahil pesantren akan ikut memainkan peranan ekonomi di Indonesia, khususnya bagi umat Islam yg banyak tertinggal secara ekonomi.

Ketiga, lanjut marzuki alie, adalah penguatan pesantren sebagai pemasok kader kepemimpinan dimasa mendatang. Artinya pesantren tidak boleh anti politik atau hanya akan jadi korban politik seperti saat ini. 
Dalam pidato bung karno, " kalau umat islam ingin syariah dijalankan di Indonesia, kuasailah DPR" tiru marzuki. " jadi kalau ada yg bilang memisahkan agama dan politik juga keliru alias tidak faham"

Marzuki berharap kerja ini terus digalakkan hingga ke daerah-daerah. 

semoga Allah perjalankan saya bisa turut berkhidmad pada pesantren, ulama, kyai dan habaib.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Money Management

Golden Money Managemen by IIBF Kaya dan bergelimpangan harta, siapa sih yang gak mau? pasti semua orang memimpikannya waktu kecil hingga beranjak dewasa, bahkan yang sudah dewasa dan menjadi orang tua pun masih tetap memimpikan suatu saat nanti akan bisa kaya. Walaupun dalam mendeskripsikan tentang apa itu kaya, setiap orang bisa berbeda-beda, ada yang mengatakannya hidup berkecukupan, ada juga yang mendefinisikan tidak mempunyai hutang, adapula yang asal kaya hati, tetap saja kaya, dan masih banyak lagi.

Nenek Sarinem

Pada suatu pagi saya diajak jalan-jalan Rich Dad menikmati matahari pagi, pemandangan pegunungan, deru air terjun yang berlomba sampai ke dasar tebing di sekitaran lokasi kami menginap. Berhentilah kami memandangi sebuah warung kecil, pintu masih tertutup dengan gembok menempel di gagang pintu nya. Saya bertanya jam berapa warung ini akan buka, dulu sekali kami pernah kesini lebih pagi namun sudah melayani setiap pembeli yang datang pada seorang lelaki paruh baya yang datang menghampiri dengan sarung terselempang dan kupluk di kepala, khas daerah dingin.

How To Be Debt Free : 6 Kesalahan Terbesar Pengusaha

Sahabat Pejuang sekalian... Semoga hari ini sahabat sekalian berbahagia selalu. Saya ingin menuliskan kisah perjalanan kebangkitan hidup dan binsis dari seorang pengusaha yang sangat fenomenal di Indonesia. sebuah kesempatan langka bisa banyak memimba ilmu dari yang bersangkutan, beliau adalah Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom. Inspirasi perjalanan dalam membangun bisnis dan kehidupan tertuang dalam sebuah workshop "How to be debt Free" atau Bagaimana Lepas dari Lilitan Hutang. Heppy Trenggono, dulu pernah terlilit hutang hingga 62 miliar dan Alhamdulillah bisa terlepas  dan bahkan meloncat menjadi triliuner dalam waktu relatif singkat.  Beliau memberikan trik dan teknik melunasi hutang hutang yang cukup besar ini.  Biografi beliau nanti kita bahas terpisah, bahkan sudah ada yang membukukan "10 pengusaha sukses yang membangun bisnis dari nol", silahkan cari sendiri bukunya, kalau tidak salah terbitan Gramedia. Selamat mempelajari materi busines yang luar bias...