Langsung ke konten utama

How To Be Debt Free : 6 Kesalahan Terbesar Pengusaha

Sahabat Pejuang sekalian...

Semoga hari ini sahabat sekalian berbahagia selalu. Saya ingin menuliskan kisah perjalanan kebangkitan hidup dan binsis dari seorang pengusaha yang sangat fenomenal di Indonesia. sebuah kesempatan langka bisa banyak memimba ilmu dari yang bersangkutan, beliau adalah Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom. Inspirasi perjalanan dalam membangun bisnis dan kehidupan tertuang dalam sebuah workshop "How to be debt Free" atau Bagaimana Lepas dari Lilitan Hutang.

Heppy Trenggono, dulu pernah terlilit hutang hingga 62 miliar dan Alhamdulillah bisa terlepas  dan bahkan meloncat menjadi triliuner dalam waktu relatif singkat.  Beliau memberikan trik dan teknik melunasi hutang hutang yang cukup besar ini.  Biografi beliau nanti kita bahas terpisah, bahkan sudah ada yang membukukan "10 pengusaha sukses yang membangun bisnis dari nol", silahkan cari sendiri bukunya, kalau tidak salah terbitan Gramedia. Selamat mempelajari materi busines yang luar biasa ini. 

Tahukan Sahabat..?

50 persen usaha tutup tanpa sempat berulang tahun yang ke dua. 80 persen lagi tutup tanpa sempat berulang tahun yang ke lima, dan 96 persen tutup sebelum tahun ke sepuluh. Hanya menyisakan 4 persen saja pada akhirnya. Maka tugas kita adalah mengetahui, rahasia dan menjadi bagian dari yang 4 persen tersebut. artinya kita juga harus tahu apa yang menyebabkan 96 persen tadi berguguran.

96 Persen perusahaan atau usaha tersebut tutup, menurut Heppy Trenggono dalam workshop How To Be Debt Free yang diselenggarakan Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) disebabkan 6 hal sebagai berikut :

1. Obsesi terhadap produk

Banyak Pengusaha yang tidak bisa Membedakan antara Produk dan Bisnis.Kebanyakan pengusaha berfikir bahwa yang akan membuat dirinya berhasil dalam bisnis adalah keunikan dari produknya. Kenyataannya tidak ada produk yang mampu mendikte pasar (konsumen), tetapi sebaliknya pasar mendikte produk, apa yang dibutuhkan oleh konsumen maka produk itu akan bermunculan.   Terlalu mencintai Produknya Obsesi Pengusaha terhadap produknya membuatnya terlalu percaya diri, sehingga sulit mengenali apa yang sesunggunya yang dibutuhkan konsumen. Bisnis yang berhasil adalah produknya dicintai konsumen, bukan dicintai oleh pemiliknya.  

It's never what you do, it's how you do it!.Business is all about competence.Jadi setiap pengusaha harus mengetahui segala kompetensi yang harus dimiliki dalam membangun usahanya. Mulai dari bagaimana mencari suplier yang bagus, pengetahuan tetang costumer, standart operating procedur, dll hingga harus mampu memecahkan "3 pertanyaan fundamental dalam bisnis" yaitu Target Market, Competitor dan Differensiasi. Namun 3 pertanyaan fundamental akan kita bahasa dalam tulisan tersendir. Contoh sederhana, mengapa McD bisa lebih laris dari restoran yang bahkan makanannya lebih murah, enak, sehat dengan konsep menarik? jawabannya adalah karena McD memiliki kompetensi, faham siapa target marketnya, selalu mempelajari tentang konsumennya di setiap negara. Anda tidak akan pernah mendapatkan paket ayam dan nasi di McD Amerika tetapi di Indonesia McD kita jumpai paket tersebut, karena McD mengetahui bahwa orang Indonesia tidak biasa kalau makan tanpa nasi dan suka dengan masakan ayam. Beda cultur masyarakat, produk dan paketnya akan sangat berbeda. Begitulah dia memahami tentang siapa konsumennya bukan persoalan dia ingin jualan apa. 


2. Speed Vs Strong

Sebagian besar pengusaha apalagi pemula sangat addicted dengan speed, berharap bisnisnya ingin terlihat besar atau cepat bertumbuh. padahal Kuat dan Besar itu sesuatu yang sangat berbeda.

Menurut Heppy Trenggono, Kuat nya bisnisnya itu menyangkut 3 hal. Kuat artinya perusahaan mempunyai konsep bisnis yang kuat, kuat secara organisasi dan kuat dalam keuangan berupa Profit Cash alias cashflow. Menurutnya setiap pengusaha harus memastikan bahwa cash yang ada dalam perusahaan harus bersumber dari operation bukan dari yang lain. 

"kalau ingin cepat maka harus sabar" itulah yang beliau sampaikan berulang-ulang. Pertumbuhan bisnis harus berbanding lurus dengan peningkatan apasitas diri, jika itu tidak terjadi ujung perjalanannya sudah bisa kita tebak, yaitu kejatuhan usaha. harus berbanding lurus. Ketidak sabaran dalam berbisnis berujung celaka, bisa jadi lebih sulit dari sebelum memulai usaha.

Ibarat mengendari motor, Mobil dan Helicopter, sudah barang tentu skill yang dibutuhkan sangat berbeda. Bisa anda bayangkan akhirnya kalau mengendarai Helicopter namun skill nya pengendara motor. Demikian juga dalam berbisnis. Mengelola 1 cabang outlet dengan 20 cabang skill yang dibutuhkan pastilah berbeda. 

Jika kapasitas diri tidak bertumbuh, pada akhirnya angka akan menyesuaikan dengan kapasitas diri Anda. Oleh Sebab itu perlu persiapan yang matang bagi pengusaha untuk terus bertumbuh. 

3. Technical Succes 

Banyak pengusaha yang terjebak mengandalkan technical succes sehingga tidak kemana-mana. Jika hanya pandai tetapi tidak memiliki skill yang dibutuhkan dalam bisnis pun akan menuai kegagalan pula. Yang dibutuhkan adalah kecerdasan bisnis, bukan hanya technical succes. 

Kompetensi, knowledge, dan skill dibutuhkan dalam setiap langkah bisnis. Apakah anda sudah memiliki skill dan Knowledge yangdibutuhkan dalam setiap langkah bisnis anda?

4. Irrational Exuberance!

Bisnis bukan persoalan ide. Ketika seorang pengusaha sangat meledak-ledak atau Over Exited dengan Ide akan cenderung meng-ignore risiko. Akibatnya dalam memutuskan lebih di dorong oleh hal yang irrational bukan intelektualnya. Businsess is intelectual Spot.

Optimistic is critical, but Over Exited is Crazy

Risk & Reward analisis harus dilakukan, lakukanlah critical thinking.

Can you make it happen?

    
5.  Lack Of Second Idea
Ketika anda tidak menyesuaikan dengan pasar, banyak perusahaan dulunya hebat tetapi sekarang mati. Harus kita fahami bahwa pasar terus berubah, trend berubah, potensi berubah, tuntutan teknologi. Kita harus selalu mengurusi bisnis, jika tidak diurus maka bisnis anda akan menjadi milik orang lain. Tetapi yang harus anda lakukan sendiri sebagai pengusaha adalah hal-hal yang kritikal dan esensial

Keterlambatan merespon perubahan akan membunuh bisnis anda. Inovasi adalah Kuncinya.

"Keberhasilan seseorang sangat ditentukan dari bagaimana cara merespon setiap kejadian"
- Heppy Trenggono -


6. Run Out Of Cash
Dari ke-enam point tersebut, run out of cash adalah sesuatu yang paling krusial. Tidak ada usaha yang tutup karena rugi, usaha tutup karena tidak ada cash. Sayangnya banyak dikalangan pengusaha yang dikejar dan dibanggakan dalam bisnisnya adalah profit. Cash dan Profit itu beda kelamin.

Profit adalah keuntungan yang diperoleh dari omset dikurangi HPP dan biaya-biaya maka terjadilah profit. Tetapi profit tidak lebih dari tulisan di atas kertas saja yang dibukukan perusahaan.

Cash yang diharapkan dari sebuah bisnis adalah Cash dari Operating, yaitu Profit yang telah menjadi Cash Money. Dalam beberapa kasus pengusaha, yang menyebabkan usahanya tutup dan menyisakan persoalan yang banyak adalah piutang. Masih untung kalau AR/Piutang dibayar tepat waktu, kadangkala piutang dibayar lebih lama dari tengat waktu yang disepakati bahkan hingga ada yang tidak terbayar sedangkan biaya bulanan jalan terus. Gaji karyawan, operasional kantor, perlengkapan, dan masih banyak biaya yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Belum lagi biaya hidup kita pribadi dan keluarga sebagai pengusaha yang juga terus berjalan.

Sehingga sering kita jumpai perusahaan dengan Sale tinggi, Profit tinggi namun diakhir bulan sulit keuangan untuk membayar gaji atau pengeluaran lain, maka salah yang harus kita periksa adalah AR nya seberapa besar, AR Daysnya berapa lama, bagaimana inventorynya kemungkinan besar uang kita nyangkut disitu. Menurut Heppy Trenggono untuk cerdas Financial ada sebuah workshop yang rancang khusus untuk pengusaha, yaitu Financial Literacy.

Jika kondisi ini terus berlarut-larut maka satu-satunya alasan mengapa usaha ini masih bertahan adalah karena masih ada yang menghutangi. Apakah perusahaan hutang kepada kita sebagai founder atau hutang kepada pihak lain.

"Jualan Memang Sulit, Tetapi Nagih jauh lebih sulit" 
 - Heppy Trenggono -

Pofit is promise cash in settlement. "Bisnis itu sederhana, kalau kita memahami dan menjadi master disitu, bisnis kita akan benar-benar menjadi mesin pencak uang". Yang di maksud oleh beliau perjalanan bisnis hingga menjadi uang adalah, Investasi Bisnis kita masukkan ke Asset untuk menghasilkan sales. Sales mendatangkan profit setelah dikurangi expend dan Profit ke cash, nah inilah yang dimaksud cash dari OCF (operating Cash Flow). Apakah anda telah memiliki keahlian dan kemampuan dalam membaca Financial Report? Ketika perusahaan rugi apa yang harus dilakukan? Tanpanya bisnis ada tidak akan diterbangkan.

"Profit Is Very Important but Operating Cash Flow is Everything"
- Heppy Trenggono -



Berapa dari 6 kesalahan diatas yang telah adan lakukan? Apakah satu, dua atau semuanya? Dimanakah sekarang Posisi anda? Hati-hati dan segera PERBAIKI BISNIS anda.!!


"Amateur play with their emotions,
PRO play with their intellectual”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Money Management

Golden Money Managemen by IIBF Kaya dan bergelimpangan harta, siapa sih yang gak mau? pasti semua orang memimpikannya waktu kecil hingga beranjak dewasa, bahkan yang sudah dewasa dan menjadi orang tua pun masih tetap memimpikan suatu saat nanti akan bisa kaya. Walaupun dalam mendeskripsikan tentang apa itu kaya, setiap orang bisa berbeda-beda, ada yang mengatakannya hidup berkecukupan, ada juga yang mendefinisikan tidak mempunyai hutang, adapula yang asal kaya hati, tetap saja kaya, dan masih banyak lagi.

Nenek Sarinem

Pada suatu pagi saya diajak jalan-jalan Rich Dad menikmati matahari pagi, pemandangan pegunungan, deru air terjun yang berlomba sampai ke dasar tebing di sekitaran lokasi kami menginap. Berhentilah kami memandangi sebuah warung kecil, pintu masih tertutup dengan gembok menempel di gagang pintu nya. Saya bertanya jam berapa warung ini akan buka, dulu sekali kami pernah kesini lebih pagi namun sudah melayani setiap pembeli yang datang pada seorang lelaki paruh baya yang datang menghampiri dengan sarung terselempang dan kupluk di kepala, khas daerah dingin.