| Bupati Tuban, Fathul Huda |
Tuban, Jawa Timur – meski
matahari baru condong sedikit kearah barat, namun tidak menyurutkan semangat
masyarakat Tuban untuk menghadiri Deklarasi Bela dan Beli Tuban dalam rangka
hari jadi Kabupaten Tuban yang ke 722 yang dipusatkan di area GOR Rangga Jaya
Anoraga. Mengambil moment peringatan hari pahlawan 10 November, seganap jajaran
pemerintahan di Kab. Tuban dari Bupati, Wakil Bupati, Dinas, Ketua DPRD, hingga
Camat, lurah dan kepala desa adalah bagian dari simbolisasi kegigihan semangat
dan dedikasi untuk memperjuangan kepentingan rakyatnya, mewujudkan Tuban yang
sejahtera dan bermartabat.
Menurut Bupati Tuban, Fathul Huda
untuk membangun daerahnya haruslah mewarisi jiwa patriotisme seorang ronggolawe
dan kesolehan para wali/ulama serta didukung dengan jiwa entrepreneurship.
“gerakan ini tidak mudah, makanya
membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dan tidak kalah penting juga adalah
dukungan regulasi” ungkap Bupati Tuban, Fathul Huda.
Dalam deklarasi tersebut, Bupati
Tuban langsung memberikan instruksi agar PNS mulai menggunakan produk orang
Tuban bahkan akan ada satgas untuk mengawasi pelaksanaannya. “saya perintahkan
pada seluruh PNS untuk mengganti sepatunya dengan produk asli Tuban, jika ada
yang ketahuan belum pakai sepatu tuban akan ada sangsi oleh satgas” cetusnya.
Supaya gerakan ini bisa berjalan
sebagaimana yang diharapkan, Bupati akan mengeluarkan regulasi sebagai payung
hukum pelaksanaan Bela dan Beli Tuban. “saya akan keluarkan perda sebagai
payung hukum untuk bisa mengalokasikan dana APBD memprioritaskan pembelanjaan
terhdap produk milik anak-anak Tuban” yang disambut gemuruh sorak sorai
masyarakat yang hadir.
| Pejuang Beli Indonesia dari berbagai Kabupaten di Jawa Timur yang turut hadir dalam Deklarasi Bela dan Beli Tuban |
Pemimpin Gerakan Beli Indonesia,
Ir. Heppy Trenggono yang secara khusus diminta untuk memberikan orasi
kebangsaan menyampaikan bahwa kunci keberhasil gerakan ini terletak pada
pembangunan kesadaran pembelaannya. “jika deklarasi ini adalah simbol dari
bangkitnya kesadaran masyarakat Tuban untuk membela produk saudaranya maka itu
adalah gerbang kebangkitan itu. Tetapi jika hanya berhenti pada produk saja,
kira-kira akan bernasib sama dengan yang lain”.
Deklarasi Bela dan Beli Tuban memberi makna yang
mendalam dalam perjuangan membangun kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.
Bahwa di Indonesia masih memiliki pemimpin-pemimpin yang perduli terhadap nasib
rakyat yang dipimpinnya, hal ini karena mereka memahami makna sebuah pembelaan,
untuk mewujudkan cita-cita merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. ANS
Komentar
Posting Komentar