Langsung ke konten utama

“One Man, One Vote” adalah Penghianatan Terhadap Ideologi Bangsa

Jakarta – “INDONESIA” adalah sebuah kata yang sarat makna. Didalamnya terkandung sejarah yang panjang, gagasan, tujuan, harapan dan cita-cita yang luhur serta semangat berjuang dan kerelaan berkorban mewujudkan cita-cita.

Menurut pemimpin gerakan Beli Indonesia dalam sebuah wawancara dengan VivoTV, dulu bangsa ini di tuntun oleh sebuah ideologi dalam berdemokrasi yang diamanatkan para pendiri bangsa adalah Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmad dan Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.
Heppy menjabarkan, ada dua (2) kata kunci disini yaitu Hikmad dan Kebijaksanaan.

Hikmad atau hikmah adalah sebuah perspektif, cara melihat seseorang yang tidak bisa dilakukan oleh semua orang, hanya oleh orang-orang tertentu. Dimana orangnya pasti berilmu, memiliki wawasan, sehingga dalam keadaan sulitpun bisa melihat hikmah.

Kebijaksanaan artinya mampu mengesampingkan kepentingan pribadi, partai, kelompok maupun golongan, diatas kepentingan bangsa dan negara. Maka Hikmad dan Kebijaksaaan itu hanya bisa dilakukan dengan konsep permusyawaratan perwakilan. Ini sebuah ideologi dan dasar negara yang bangsa Indonesia anut dan diamanatkan oleh pada Pendiri Bangsa tegasnya.

“Artinya dengan hikmad dan kebijaksaan kadang-kadang bisa jadi yang dipilih itu bisa saja orang dengan pendidikan yang tidak terlalu tinggi, orang biasa tetapi memiliki karakter kepemimpinan, memiliki sifat dan cita-cita luhur, mungkin bisa dipilih” imbuh Heppy.

Hari ini apakah tujuan dan cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan yang menebus kemerdekaan dengan keringat, air mata, darah, dan bahkan jiwa raganya sudah tercapai? Apakah kita masih dalam jalur dalam meniti cita-cita perjuangan mereka? Ataukah kita telah tega mengkhianati perjuangan dan cita-cita perjuangan mereka dengan menyelewengkan amanat dan kepercayaan yang diberikan?

Maka kembali pada tema ini, hematnya konsep pemilihan pemimpin yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 dan Pancasila sudah ditinggalkan, lalu kita mengadobsi konsep “one man one vote”, dimana sesungguhnya dengan (one man, one vote) hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menguasai termasuk kapitalisme itu bisa masuk. Sehingga rekrutmen mencari pemimpin yang berkarakter dikalahkan oleh rekrutmen berdasarkan popularitas sedangkan popularitas itu sendiri bisa direkayasa jelas Heppy.

“rekrutmen pemimpin berkarakter dikalahkan dengan rekrutmen yang didasarkan pada popularitas dimana popularitas sendiri sangat bisa untuk direkayasa. Ini sebuah penghianatan terhadap Ideologi bangsa” tegas Heppy. ANS

Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Money Management

Golden Money Managemen by IIBF Kaya dan bergelimpangan harta, siapa sih yang gak mau? pasti semua orang memimpikannya waktu kecil hingga beranjak dewasa, bahkan yang sudah dewasa dan menjadi orang tua pun masih tetap memimpikan suatu saat nanti akan bisa kaya. Walaupun dalam mendeskripsikan tentang apa itu kaya, setiap orang bisa berbeda-beda, ada yang mengatakannya hidup berkecukupan, ada juga yang mendefinisikan tidak mempunyai hutang, adapula yang asal kaya hati, tetap saja kaya, dan masih banyak lagi.

Nenek Sarinem

Pada suatu pagi saya diajak jalan-jalan Rich Dad menikmati matahari pagi, pemandangan pegunungan, deru air terjun yang berlomba sampai ke dasar tebing di sekitaran lokasi kami menginap. Berhentilah kami memandangi sebuah warung kecil, pintu masih tertutup dengan gembok menempel di gagang pintu nya. Saya bertanya jam berapa warung ini akan buka, dulu sekali kami pernah kesini lebih pagi namun sudah melayani setiap pembeli yang datang pada seorang lelaki paruh baya yang datang menghampiri dengan sarung terselempang dan kupluk di kepala, khas daerah dingin.

How To Be Debt Free : 6 Kesalahan Terbesar Pengusaha

Sahabat Pejuang sekalian... Semoga hari ini sahabat sekalian berbahagia selalu. Saya ingin menuliskan kisah perjalanan kebangkitan hidup dan binsis dari seorang pengusaha yang sangat fenomenal di Indonesia. sebuah kesempatan langka bisa banyak memimba ilmu dari yang bersangkutan, beliau adalah Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom. Inspirasi perjalanan dalam membangun bisnis dan kehidupan tertuang dalam sebuah workshop "How to be debt Free" atau Bagaimana Lepas dari Lilitan Hutang. Heppy Trenggono, dulu pernah terlilit hutang hingga 62 miliar dan Alhamdulillah bisa terlepas  dan bahkan meloncat menjadi triliuner dalam waktu relatif singkat.  Beliau memberikan trik dan teknik melunasi hutang hutang yang cukup besar ini.  Biografi beliau nanti kita bahas terpisah, bahkan sudah ada yang membukukan "10 pengusaha sukses yang membangun bisnis dari nol", silahkan cari sendiri bukunya, kalau tidak salah terbitan Gramedia. Selamat mempelajari materi busines yang luar bias...