Langsung ke konten utama

Taxi online adalah sharing ekonomi akan menggusur kapitalisme, benarkah?

Pembelaan kita bukan kepada pengusaha taksi konservatif ataupun kepada inovasi taksi online.

Pembelaan kita kepada rakyat Indonesia. Bangsa ini perlu tahu kebenarannya.
------------------------------------------------------------

Ketika demo besar-besaran sopir Taxi di Jakarta, sopir saya ngobrol dengan temannya yang melihat  iring- iringan mobil RI 1 masuk ke jalan-jalan kecil di sekitar Jl.Sriwijaya Jakarta Selatan. Dia bertanya tanya, kenapa Presiden harus melipir ke jalan-jalan kecil?

Demo di Jakarta telah memunculkan perdebatan panjang antara yang pro, yang kontra, dan yang bingung, tidak ketemu benang merah yang jelas dalam persoalan taxi online ini.



Semua pembicaraan mengarah  kepada teknologi. Tak kurang seorang Profesor yang juga bintang iklan jamu dari Universitas ternama ibu kota bergegas turun tangan menjelaskan dengan berbagai teori ekonominya, yang intinya agar masyarakat jangan protes dan sambutlah perubahan. Kata Profesor ini adalah sharing ekonomi yang akan menjungkalkan kapitalisme. Wow!!!

Sebelum ribut para sopir taxi demo masyarakat  dibuat kagum dengan prestasi Gojek, Ojek yang juga berbasis aplikasi  online.
Tak kurang Pemerintah mengapresiasi dengan setinggi langit, pengusahanya dibawa keliling dunia utk dipamerkan sebagai prestasi bangsa.
Di ujung sana, kelahiran Gojek membawa petaka bagi para pengojek. Gojek dengan kekuatan kapitalnya mensubsidi tarif ojek dengan biaya jauh dekat hanya Rp 10.000 selama berbulan bulan. Hasilnya bisa kita tebak, tidak ada yang mau pakai ojek biasa, kenapa harus bayar 50.000 kalau bisa bayar 10.000?
Gojek mensubsidi tarif karena tidak mengharapkan uang dari tarif, tapi dari capital market, dengan cara menaikkan nilai bisnisnya. Gojek lebih peduli dengan jumlah transaksi daripada jumlah nilai per transaksi. Karena jumlah transaksinya yg akan dihargai investor.
Mudah diterka, akhir cerita Gojek akan jual sahamnya dengan harga selangit. Bahwa setelah itu tarifnya dia kembalikan normal, itu suka suka dia, kalau perlu tarif lebih tinggi. Sementara ojek biasa, angkutan umum, bahkan taxi sudah berguguran karena langkah Gojek.

Ada hal yang sama antara kasus Gojek dan Taxi Uber, bahwa dibalik mereka adalah investor asing yang tidak peduli dengan perekonomian rakyat!
Bisa dibayangkan urusan tarif ojek dan taxi bisa ditentukan asing?

Jadi dimana kebenaran teori bahwa ini adalah sharing ekonomi yang akan menggusur kapitalisme? Dibelakangnya justru kapitalisme!

Bung Karno pada tahun 1930 sudah mengingatkan tentang bahaya  kapitalisme dan liberalisme. Pada saat itu belum banyak orang pintar di negeri ini.

Perekonomian rakyat akan mati jika kapitalisme tidak dikendalikan.
Hari ini perekonomian rakyat setiap hari digusur oleh kapitalisme.
Kita lihat peternak-peternak ayam di Cianjur dan Sukabumi gulung tikar karena di kampungnya sudah hadir peternak baru dengan modal hingga trilyun rupiah dari Thailand, China, Malaysia bahkan Korea.
Petani di Subang harus bersiap jadi kuli karena investor dari China menanam padi dengan investasi juga trilyun rupiah.
Pedagang warung kecil sudah lama tutup karena digusur minimarket.
Sekarang tukang ojek dan tukang taxipun bergelimpangan.
Bukankah aneh negeri ini, di tengah naiknya berbagai harga kebutuhan pokok di konsumen, harga jual di petani justru hancur. Apa dibalik semua persoalan itu?

Benarkah semua itu harus kita  terima apa adanya begitu?
Dimana peran para pemimpin? Kemana tanggung jawab pemerintah?

Sang Profesor rupanya sudah keblinger. Menjelaskan dengan segudang teori tapi mengaburkan persoalan yang fundamental bagi rakyat.

Tidak ada yang baru dalam ekonomi, tidak ada yang baru dalam kapitalisme, dari dulu hingga sekarang kapitalisme hidup dengan cara menghisap darah rakyat!

Masalahnya terbesarnya, Presiden seperti biasa akan menunggu-nunggu dulu, kemana kira-kira angin bertiup sebelum ambil keputusan lambatnya.

Bukan tidak mungkin, kalau Presiden selalu memutuskan hanya dengan pertimbangan popularitas, tidak benar benar peduli nasib ekonomi rakyat, maka dia tidak hanya akan dipaksa melipir lewat jalan-jalan kecil, tapi akan dipaksa keluar dari istana.

Gerakan Beli Indonesia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Money Management

Golden Money Managemen by IIBF Kaya dan bergelimpangan harta, siapa sih yang gak mau? pasti semua orang memimpikannya waktu kecil hingga beranjak dewasa, bahkan yang sudah dewasa dan menjadi orang tua pun masih tetap memimpikan suatu saat nanti akan bisa kaya. Walaupun dalam mendeskripsikan tentang apa itu kaya, setiap orang bisa berbeda-beda, ada yang mengatakannya hidup berkecukupan, ada juga yang mendefinisikan tidak mempunyai hutang, adapula yang asal kaya hati, tetap saja kaya, dan masih banyak lagi.

Nenek Sarinem

Pada suatu pagi saya diajak jalan-jalan Rich Dad menikmati matahari pagi, pemandangan pegunungan, deru air terjun yang berlomba sampai ke dasar tebing di sekitaran lokasi kami menginap. Berhentilah kami memandangi sebuah warung kecil, pintu masih tertutup dengan gembok menempel di gagang pintu nya. Saya bertanya jam berapa warung ini akan buka, dulu sekali kami pernah kesini lebih pagi namun sudah melayani setiap pembeli yang datang pada seorang lelaki paruh baya yang datang menghampiri dengan sarung terselempang dan kupluk di kepala, khas daerah dingin.

How To Be Debt Free : 6 Kesalahan Terbesar Pengusaha

Sahabat Pejuang sekalian... Semoga hari ini sahabat sekalian berbahagia selalu. Saya ingin menuliskan kisah perjalanan kebangkitan hidup dan binsis dari seorang pengusaha yang sangat fenomenal di Indonesia. sebuah kesempatan langka bisa banyak memimba ilmu dari yang bersangkutan, beliau adalah Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom. Inspirasi perjalanan dalam membangun bisnis dan kehidupan tertuang dalam sebuah workshop "How to be debt Free" atau Bagaimana Lepas dari Lilitan Hutang. Heppy Trenggono, dulu pernah terlilit hutang hingga 62 miliar dan Alhamdulillah bisa terlepas  dan bahkan meloncat menjadi triliuner dalam waktu relatif singkat.  Beliau memberikan trik dan teknik melunasi hutang hutang yang cukup besar ini.  Biografi beliau nanti kita bahas terpisah, bahkan sudah ada yang membukukan "10 pengusaha sukses yang membangun bisnis dari nol", silahkan cari sendiri bukunya, kalau tidak salah terbitan Gramedia. Selamat mempelajari materi busines yang luar bias...